My Blog

Rabu, 26 Juli 2017

One Step Closer of my life

Hello,  this is my first blog setelah sekian lama pengen banget corat coret.  Aaaaaaakkkk rasanya pengen teriak lega selega-leganya.
🙎 : Why???
Karena tepatnya hari kemarin selesai sudah masa study saya selama hmmmm...  banyak tahun hahhaha...
🙎 : Kok bisa gitu?
Ya,  pasti bisa lah.  Secara perjalanan panjang setelah berbulan-bulan bertempur sama yang namanya SKRIPSI.  Akhirnya,  bisa berakhir dengan YUDISIUM.
🙎 : Loh, kan belum wisudaBelum berakhir dong artinya?
Yaaa,  for me graduation just ceremonial.   So, yang penting udah yudisium udah cukup legaaaa...
Gimana enggak,  setelah sekian lama diremehin orang-orang, dicibir sana sini.  Dikasih pertanyaan yg mungkin bagi sebagian orang pertanyaan biasa tapi bisa kena dihati saya kala itu.

Kala itu :
🐭 : Kamu udah lulus belum e?  (dengan idiolek jawanya yang selalu keluar)

Mungkin bagi sebagian orang pertanyaan tersebut adalah biasa,  tapi bagi saya waktu itu sangat menyakitkan.  Bukan apa-apa,  saya hanya merasa dipandang bodoh kala itu,  hanya karena belum LULUS!!!!
Bayangkan!!
Betapa julidnya pikiran saya sampai hati saya sulit untuk menerima pertanyaan sepele macam itu.
Yaaahhh,  sebab mereka ga paham keadaan saya,  bagaimana skripsi di kampus saya dan sepuluh ribu bagaimana selanjutnya. 
Yaaa,  mana bisa paham kalau ndak tau keadaan sebenarnya,  secara ibarat sejak my hero pased away saya harus bisa menghidupi minimal diri saya sendiri.  Karena ga mungkin saya terus-terusan jadi beban hidup ibu saya (meskipun,  di manapun berada seorang ibu pasti akan selalu berjuang tulus untuk anak-anaknya tanpa rasa terbebani) tapi saya sebagai seorang anak pasti merasa sedih jika melihat orang tua yang seharusnya sudah mulai beristirahat ketika anaknya sudah mampu ntuk menghidupi dirinya sendiri. 
Back to my hero,  beliau adalah seorang ayah yang tangguh.  Beliau selalu mengajarkan saya tentang kehidupan,  dan saya baru sadar banyak pelajaran yang beliau utarakan dahulu ketika beliau sudah tiada.  Perjuangan beliau untuk orang tua,  keluarga,  istri serta anak-anaknya tidak pernah berhenti sampai detik ini.
🙎 : Kok bisaBukannya sudah meninggal?

Raga beliau memang sudah tiada tapi jiwanya tetap bersama kami.  Banyak hal kebiasaan-kebiasaan mereka yang menurun pada diri saya.
Percayalah,  ketika beliau masih sehat, saya termasuk orang yang egois,  ga mau peduli sama omongan orang sehingga terkesan seenaknya.  Ya meskipun sampai detik ini ego masih sering nongol tapi seenggaknya udah sering ngalah dan diam. Ya, intinya kalau memang saya salah ya mengakui kalau memang saya ga salah ya berusaha untuk menjelaskan sejuta alasan logis untuk membuktikan bahwa sepenuhnya bukan salah saya.
Sejak beliau tidak ada, saya merasa jauh lebih mandiri.  Sampai detik ini, untuk minta uang orang tua satu rupiah pun rasanya sungkan dan malu.  Karena saya merasa saya telah mampu menghidupi diri saya dan memberikan kelebihan saya untuk mereka (tapi bukan kelebihan lemak juga loh ya...)
Dengan tuntutan hidup yang mengharuskan saya untuk menanggung itu,  saya harus bekerja. Apapun pekerjaannya bagi saya yang penting halal. Saya juga tidak kaget dengan adanya tuntutan karena saya sudah terbiasa bekerja sejak lulus SMA. Ya meskipun salary waktu itu ga seberapa,  lumayan untuk nambah uang jajan,  hehehe

Memasuki semester yang mana saya wajib mengambil mata kuliah SKRIPSI,  hmmm...  Pusing lah saya yang harus berurusan dengan banyaknya buku teori,  metode penelitian,  dan segala jenis contoh analisisnya. Helloooww...  Untuk yang sering tanya "kamu belum lulus po? " itu,,,  Tolong ya,  lewatin masa-masa nongkrong di perpus,  nikmati ribuan buku-buku teori,  metode,  dan berbagai anaisisnya itu.  Kalau ga sanggup ya jangan sok-sok jadi jagoan.  Skripsi itu ga cukup copy paste, nemuin dosen,  ala ala revisi, sidang (ceritanya),  wisuda,  dan selesai.  Tapi yang namanya SKRIPSI itu harus baca berbagai macam referensi,  ngolah kata-kata,  buat kalimat baru tanpa merubah ide pokoknya,  merangkai seluruh paragraf agar menjadi satu rangkaian karya yg ilmiah,  analisis,  menyimpulkan seluruh hasil olah data dan yang pasti wajib mempertanggung jawabkan apa yang sudah kamu kerjakan.  Jadi,  kalau masih mau ngeremehin tentang SKRIPSI hmmm...  Serah situ sih,  yang penting saya mah udah bodo amat.  Ga akan ada sakit ati lagi toh akhirnya udah kelar. Yang pasti mah doa saya semoga lancar segala urusan,  dan rencana-rencana selalu dipermudah AMIEN 🙏🙏

Notes untuk diri saya,  LULUS hanya sekedar lulus mah percuma.  Intinya yang terpenting itu bagaimana cara memanfaatkan ilmu yang telah kamu pelajari dan bagaimana kontribusimu terhadap (minimal lingkup terkecil dulu lah,  keluarga misalnya) dan JANGAN PERNAH BANGGA atas hasil dari minta-minta.